Kota yang hidup adalah kota yang berbicara. Dan Palembang mulai berbicara semakin keras melalui dinding-dindingnya melalui goresan seni mural artistik.
#Seni#Mural#Kreatif#Kota

Tembok-tembok kota Palembang perlahan berubah menjadi kanvas. Di balik setiap mural ada seniman yang ingin bersuara.








Photograph by user
Geser untuk foto lainnya
Kota yang hidup adalah kota yang berbicara. Dan Palembang mulai berbicara semakin keras melalui dinding-dindingnya melalui goresan seni mural artistik.

Label pakaian lokal yang memadukan kultur jalanan dengan filosofi kearifan lokal Palembang.

Semakin tua, semakin stres. Apakah empat kalimat di awal tulisan ini cocok untuk menggambarkan kondisi Palembang saat ini?

"Terima kasih, tapi punai-punai itu punya Tuhan. Mereka ada di langit, tak bisa kau berikan padaku"